(press release di KR, 5 Maret 2008
05/03/2008 08:36:47 BERAWAL dari minat terhadap berbagai aspek kebudayaan dan kesusasteraan Jawa, 'SLEnK' merasa perkembangan sastra Jawa kurang begitu gencar. Meskipun tahun 2007 telah lahir majalah baru yang berbahasa Jawa yang menunjukkan adanya peluang baru untuk semakin dikenalnya kibaran bendera budaya Jawa, namun untuk segi sastra, nyatanya masih minim penulis-penulis muda yang berminat pada sastra Jawa. "Untuk itu, sesedikit apapun SLEnK merasa perlu berbuat sesuai dengan kemampuan." kata M Ahmad Jalidu, Manajer Program SLEnK, komunitas yang peduli pada sastra Jawa. Jalidu mengungkapkan berbekal modal patungan dan rai gedheg alias 'muka tembok' melobi beberapa sastrawan senior, SLEnK nekat menyelenggarakan Workshop Menulis Cerkak (Cerita Cekak) diharapkan merangsang tumbuhnya penulis sastra Jawa muda. Kegiatan diselenggarakan Sabtu (15/3) pukul 10 di Warung Kopi PLus, Jl Manggis 83 Ngeban, Nologaten, Caturtunggal, Sleman. Dalam pemahaman Jalidu, sastra Jawa memang membutuhkan dorongan dari anak-anak muda. Soalnya masa depan suatu seni dan budaya termasuk Jawa ada pada peran, dedikasi anak muda. "Anak mudalah yang mampu memberi warna, perubahan dan mempertahankan eksistensi suatu budaya," katanya. Pemateri, kata Jalidu antara lain Dhanu Priyo Prabowo, Suwardi Endraswara dan juga Puthut EA. Para pemateri tidak bisa diragukan kualitasnya. Suwardi misalnya, staf pengajar Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah di UNY pernah melahirkan Antologi Cerkak 'Senthir' mendapat penghargaan 'Rancage' untuk kategori karya sastra Jawa terbaik tahun 2006. (Jay) - s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar